Aku

Setiap yang terlahir di dunia ini pasti mempunyai tujuan

Demikian juga dengan aku
Terlahir untuk menambah warna pada dunia

Aku adalah diriku sendiri
Walaupun tidak sepenuhnya sempurna
Hidup memang tidak mudah
Tetapi ini membuatku semakin kuat dan menyukai tantangan dalam hidup
Terkadang ketidakpercayaan diri datang
Jangan sampai menguasai diriku

Merangkai kata dalam tulisan adalah kesukaanku
Membaca membuatku semakin mengenal dunia ini
Berpergian mengajarku melihat dunia secara nyata

Walaupun aku tidak sempurna
Namun aku tidak menyerah dengan keadaan

Dan aku suka menjadi diriku

Seperti pelangi biarlah keberadaanku Publish Post
membuat dunia semakin indah

Sang Waktu

Berapa lamakah manusia hidup di dunia ini ?? ada yang sampai 100 tahun, 80 tahun atau 70 tahun bahkan kadang ada yang meninggal dalam usia yang masih sangat muda. Yang menjadi pertanyaan kemanakah kita akan pergi setelah meninggalkan dunia ini. Ada sebagian yang percaya akan reinkarnasi (kelahiran kembali) tetapi ada juga yang percaya akan kehidupan kekal setelah kematian.
Bagi yang percaya akan kehidupan kekal setelah kematian, hanya ada dua pilihan yaitu antara surga dan neraka.
Bila surga dan neraka adalah kekal, maka secara otomatis tidak ada batasnya bagi yang berada di dalam surga dan neraka setelah kematian itu.

Uniknya, kehidupan di surga atau di neraka akan ditentukan oleh apa yang kita perbuat selama kita hidup di dunia ini. Jika secara garis besar usia manusia hanya 70 atau 80 thn maka selama itulah kita bisa menentukan dimana kita akan berada setelah "selesai" dari dunia ini.

Hidup ini adalah pelatihan kita untuk menuju kehidupan kekal. "Sang Waktu" siapa yang bisa menaklukannya?? Waktu bila digunakan dengan baik akan bermanfaat tetapi bila digunakan dengan sia - sia akan berakibat fatal.. Waktu bisa menjadi teman atau lawan. Seberapa banyak manusia yang bisa menggunakan waktu dengan semaksimal mungkin. Terkadang hanyalah ada penyesalan akan waktu yang sudah di sia - siakan. Jika ada yang menjual "mesin waktu" Doraemon pastilah akan banyak peminatnya. Satu tips yang sederhana untuk bisa menggunakan "WAKTU" dengan bijaksana adalah bagaimana kita bisa memaknai hidup ini setiap harinya dari awal kita bangun pagi sampai kembali beristirahat di malam hari. Waktu tidak bisa kembali lagi, tetapi waktu juga menentukan kehidupan kita setelah kita tidak ada di dunia ini.

Memaknai hidup dan menghitung hari agar mempunyai hati yang bijaksana.

Berkaki Satu

Fiuh,akhirnya bisa kebuka juga account di blog, uda keringet dingin karena saya lupa alamat email, yang saya ingat hanya passwordnya aja. Sedih banget kalo sampai tidak bisa menulis di blog tapi hal ini juga menjadi teguran untuk saya lebih rajin lagi ngeblog sehingga tidak akan lupa alamat email dan password.


Ada sebuah cerita sederhana yang mau aku bagikan
Di dekat rumah, ada seorang pemulung wanita, yang uniknya dari pemulung tersebut adalah dia berkaki satu. Seringkali, saya melihat dia berkeliling komplek untuk mencari kardus. Dengan memakai tongkat untuk menggantikan fungsi kaki yang satu lagi,ia dapat berjalan dengan lancar sambil mendorong gerobaknya.
Saat saya cerita hal ini ke mama, mama pun bilang kalau mama sering ngobrol dengan pemulung wanita itu. Dulunya pemulung itu mempunyai kaki yang normal tapi karena sakit membuat kakinya harus diamputasi. Keadaannya yang lumpuh tidak membuat dia patah semangat, dia terus bekerja di dalam keterbatasannya mencari kardus dari minimarket dan juga rumah ke rumah. Dia pun harus mendorong gerobaknya sendiri. Sungguh hal yang luar biasa.

Melihat kenyataan ini, saya juga merasa malu. Seringkali saya mengeluh dengan keadaan diri, suka membandingkan diri dengan orang lain di atas saya. Berapa sering saya mengeluh karena harus berjalan jauh saat tidak mendapat kendaraan.

Dalam segala keadaan sebenarnya tidak ada alasan buat kita tidak bersyukur. Tapi yang menjadi masalahnya kita adalah manusia yang tidak pernah puas akan segala sesuatu yang sudah kita punya. Kata "Bersyukur" seolah - olah sudah hilang dari kamus hidup kita. Sesungguhnya esensi kehidupan adalah saat kita bisa belajar beryukur dan berterima kasih atas apa yang kita miliki. Tidak perlu menunggu keadaan kita baik baru bahagia, tapi karena kita bisa bersyukur yang membuat kita berbahagia.

Sudahkah kita bersyukur untuk hari ini dan keadaan kita??

Dunia tidak akan kagum jika ada seseorang dari miskin jadi kaya, sakit menjadi sehat tetapi dunia akan kagum jika kita tetap bisa berbahagia apapun keadaan kita itu. Saya yakin jika kita bisa belajar bersyukur, kita bisa menjadi orang yang paling bahagia. Kita memang tidak berdasi dan bergengsi tetapi biarlah kita bisa menjalankan fungsi dengan baik.

Bersyukur yukkkkk!!!

Bioskop vs DVD

Dikarenakan teman-teman sudah menonton film"The Tourist" dan g ketinggalan,akhirnya dengan nekat g memutuskan untuk nonton sendiri. Pengalaman pertama nonton sendiri dan duduk di antara orang - orang yang nonton bersama teman mereka. Setelah selesai nonton, ada sebuah pertanyaan dalam diri g yaitu mengapa orang - orang lebih suka nonton di bioskop dibandingkan nonton DVD yang jauh lebih murah sedangkan film yang ditonton sama.


Sebenarnya yang kita dapatkan pada saat nonton di bioskop adalah "suasana".
Suasana dimana kita dapat nonton di sebuah layar yang besar, tempat duduk yang nyaman dan dinginnya pendingin ruangan sehingga bila film yang kita Rp 6.000 dengan harga karcis bioskop Rp 20.000 (nomat) atau Rp. 35.000 (weekend / libur) tetapi setelah menonton DVD belum lagi dengan menggunakan komputer membuat g kadang kesal dengan kualitas DVD yang tidak bagus dan cukup mengecewakan.
Akhirnya g mendapat suatu pengertian baru bahwa menonton di bioskop menjadi pilihan yang tepat walaupun harus mengeluarkan dana lebih. Yah, istilahnya harga memang tidak pernah salah. G akui menonton di bioskop menjadi mempunyai daya tarik dan kesenangan tersendiri.

Kemenangan yang sejati

Akhirnya cerita timnas Indonesia vs Malaysia berakhir dengan kemenangan di pihak Malaysia. Para pemain timnas Indonesia nampak begitu lesu dan sedih karena kekalahan tersebut. Sesungguhnya kemenangan yang sejati bukan dilihat dari medali yang diterima atau banyaknya gol yang telah dimasukkan ke gawang lawan. Tetapi kemenangan yang sejati adalah bila kita mampu belajar dari kekalahan itu dan menerima semuanya dengan lapang dada. Sesungguhnya pertandingan ini belum berakhir,biarlah Indonesia mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Garuda di dadaku Part 2

29 Desember 2010....

pkl 19.00 wib
jalanan sepi, semua orang nampak sibuk di rumah masing - masing atau berkumpul sambil menyaksikan sesuatu. Apakah itu?? tidak lain menonton pertandingan sepakbola Indonesia vs Malaysia..Gegap gempita di Gelora Bung Karno,kumpulan penonton dan juga pemain nampak begitu tegang berhadapan satu sama lain.
Siapakah yang akan menjadi pemenangnya???

Setiap orang pun siap memberikan komentar satu sama lain....
Siapakah yang akan menjadi pemenangnya????

Garuda di dadaku

Nasionalisme


Kata ini tentu saja pas sekali didengungkan terutama saat tim Indonesia telah memenangkan pertandingan sepak bola. Rakyat Indonesia dimanapun mereka berada pun turut memberikan dukungan kepada timnas Indonesia.

Hari Minggu,26.12.2010 jam 18.30 wib, semua orang telah mengambil posisinya masing-masing untuk menonton pertandingan bola antara timnas Indonesia vs Malaysia. Tetapi, pertandingan pun berakhir dengan kekecewaan, kekesalan dan komentar pedas terhadap jalannya pertandingan tersebut. Kemarahan kepada negara lawan,bahkan sumpah serapah pun dilontarkan oleh kalangan.

Di balik itu semua , sesungguhnya rasa nasionalisme kembali terlihat. rasa akan bangga sebagai bangsa Indonesia dan tidak menyalahkan para timnas Indonesia sebaliknya begitu banyak dukungan yang datang bagi bangsa Indonesia karena sesungguhnya pertandingan ini belum selesai. Memang dibutuhkan sebuah keajaiban agar Indonesia dapat memegang piala dan menunjukkan kepada negara lain bahwa " Indonesia mampu bangkit", "Indonesia seperti garuda yang akan terus terbang tinggi tanpa takut apapun.".